BAB I
PENAHULUAN
A. Kekaisaran Romawi
Kaisar
adalah sebutan dari suatu cabang keluarga bangsawan Yulius, yang mendirikan
kekuasaan atas republik Roma dalam kemenangan Agustus (31 sM) dan
mempertahankannya hingga kematian Nero (68 sM). Salah satu dari asas kuasa
Kaisar ialah bahwa Kaisar mempunyai kedudukan tetap berjangka lama sebagai
pemegang komando propinsial, meliputi bagian terbesar pasukan tentara di
perbatasan kerajaan Romawi.[1]
Mulai
dibangun dari sejumlah desa kecil disekitar sungai Tiber di Italia Tengah. Roma
dipercaya dibangun pada 753 sM menjadi republik, lalu selama 500 tahun Romawi
menaklukkan Italia. Politik yang tidak stabil mendorong terbentuknya kekaisaran
dan perluasan kekuasaan. Kekaisaran terbesar dicapai pada 117 M dan tiga abad
yang damai dan makmur pun terjadi. Karena terjadi perang saudara maka
kekaisaran Romawi ini runtuh pada tahun 476 M.[2]
Augustus Caisar adalah pendiri
kekaisaran Romawi (63-14 sM) cucu kemenakan dari Julius Caisar, lahir pada
tahun 63 sM di Italia dengan nama asli Caisar Oktavianus.[3]
(kaisar terhebat, karena masa pemerintahannya rakyat makmur).
- Nama-Nama
Kaisar Romawi
Nama-nama kaisar yang memerintah pada
era PB adalah[4]
- Agustus (27 sM-14 M)
- Tiberius (14-37 M)
- Gayus, oleh pasukannya diberi nama keluarga
Kaligula (37-41 M)
- Klaudius (41-54 M) 9. Titus (79-81 M)
- Nero (54-68 M) 10.
Domitianus (81-96 M)
- Galba (68-69 M) 11.
Trajanus (96-117 M)
- Otho; Vitelius (69 M) 12. Adrianus (117-138 M)
- Vespasianus (69-79 M)
BAB II
DAFTAR NAMA RAJA-RAJA ROMAWI
A.
Awal
Kerajaan
Kerajaan
Romawi bermula dari pemukiman di sekitar Bukit
Palatine di sepanjang sungai Tiber di Italia Tengah. Wilayah itu subur dan bukit-bukitnya
menyediakan perlindungan sehingga tempat itu mudah dipertahankan. Hal ini ikut
berperan dalam kejayaan Roma kelak. Pada awalnya Romulus dan Remus berselisih
mengenai tempat akan didirikannya kota. Ketika Romulus sedang membangun tembok
kota, Remus mengejek dan mengganggu pekerjaannya. Puncaknya adalah ketika Remus
melewati wilayah Romulus, Remus dibunuh oleh Romulus. Menurut sumber dari Livius,
Plutarkhos,
Dionysius dari Halicarnassus dan yang
lainnya, kerajaan Romawi dipimpin oleh tujuh raja dalam masa 243 tahun. Ketika bangsa Galia menyerang Roma
setelah Pertempuran Allia pada 390 SM, (menurut Polybius
pertempuran tersebut terjadi pada 387/386 SM) mereka menghancurkan semua
catatan sejarah, sehingga tidak ada catatan sejarah dari masa kerajaan.
B. Daftar Raja Yang Pernah Memerintah
1.
Romulus
(753 sM)[5]
Romulus adalah
raja pertama sekaligus pendiri Roma. Romulus mendirikan Roma di atas bukit
Palatine. Setelah mendirikan Roma, Romulus mengizinkan semua laki-laki, baik
manusia bebas ataupun budak,
untuk datang dan menjadi warga Roma. Untuk menyediakan istri bagi warganya, Romulus
menculik wanita-wanita kaum Sabin sehingga kerajaan Sabin memerangi Roma. Setelah berperang dengan kaum Sabin, Romulus berbagi
gelar dengan raja Sabin, Titus Tatius. Pada masa pemerintahannya, Roma juga berperang
dengan kerajaan Fidenate dan Veii.
Romulus
memilih 100 orang bangsawan untuk membentuk senat sebagai dewan
penasihat bagi raja. Setelah penggabungan dengan Sabin, Romulus menambah lagi
100 sebagai senat. Romulus membagi rakyatnya menjadi tiga puluh curiae (golongan), dinamai berdasarkan
tiga puluh wanita Sabin yang berperan dalam menghentikan perang antara Romulus
dan Titus Tatius. Pewakilan tiap Curiae
berkumpul membentuk Dewan Curiata. Setelah kematiannya pada usia 54 tahun,
Romulus dipuja sebagai Quirinus, dewa perang.
2.
Numa Pompilius
(753 -
673 SM; raja Roma 717 - 673 SM)
Setelah kematian Romulus, terjadi pada masa interregnum
selama satu tahun dimana 10 orang anggota senat terpilih memerintah sebagai interrex. Senat
kemudian memilih Numa Pompilius, seorang Sabin, untuk menjadi raja berikutnya.
Dia dipilih karena reputasinya sebagai orang yang adil dan beriman. Meskipun
awalnya Numa tidak mau menerima jabatan kerajaan, ayahnya meyakinkannya untuk
menerima posisi itu sebagai cara untuk melayani para dewa.
Masa
pemerintahan Numa ditandai dengan perdamaian dan reformasi keagamaan. Numa
membangun kuil Janus
dan melakukan kesepakatan damai dengan kerajaan tetangga Roma. Numa kemudian
menutup pintu kuil tersebut untuk menunjukkan keadaan damai.
3.
Tullus
Hostilius (memerintah 673 SM - 641 SM)
Tullus
Hostilius adalah raja yang lebih suka berperang dibanding mengurusi masalah
keagamaan. Pada masa pemerintahannya, Roma memusnahkan kerajaan Alba Longa dan
mengambil seluruh penduduknya. Dia juga berperang dengan kerajaan Fidenae,
Veii, dan Sabin. Dia membangun tempat baru untuk senat, Curia Hostilia, yang bertahan sampai 500 tahun setelah
kematiannya.
4.
Ancus
Marcius (memerintah 640 SM - 616 SM)
Setelah
kematian Tullus Hostilius yang misterius, senat Romawi memilih cucu Numa
Pompilius, Ancus Marcius, sebagai raja. Seperti kakeknya, Ancus Marcius lebih
suka perdamaian dan hanya berperang jika dia diserang. Dia melakukan
kesepakatan damai dengan kerajaan tetangga Roma dan membuat mereka bersekutu
dengan Roma. Dia banyak membangun infrastruktur, seperti penjara pertama
Roma, pelabuhan,
dan pabrik garam. Dia juga membangun jembatan pertama yang melalui sungai
Tiber. Setelah memimpin selama 25 tahun, Dia meninggal secara alami seperti
kakeknya, menandai berakhirnya pemerintahan raja Latin-Sabin di Roma.
5.
Tarquinius
Priscus (memerintah 616 SM - 579 SM)
Tarquinius
Priscus merupakan keturunan Etruska. Setelah pindah ke Roma, dia diadopsi oleh
Ancus Marcius. Dalam masa pemerintahannya, dia memenangkan banyak peperangan
melawan kerajaan lain dan membuat Roma memperoleh banyak harta rampasan perang.
Dia menambahkan 100 anggota dari suku Etruska ke dalam senat. Dia juga menambah
jumlah tentara menjadi 6.000 infantri dan 600 kavaleri. Dia
membangun kuil Jupiter, Circus Maximus
(arena balap kereta kuda), mendirikan Forum Romawi, mengadakan kompetisi
olahraga Romawi, dan memperkenalkan lambang militer Romawi. Setelah menjadi raja selama 25 tahun, dia
dibunuh oleh anak kandung Ancus Marcius.
6.
Servius
Tullius ( memerintah 578 SM - 535 SM)
Tarquinius
Priscus digantikan oleh menantunya, Servius Tullius. Servius adalah raja Roma
kedua yang merupakan keturunan Etruska. Servius mengadakan sensus penduduk
pertama dan membagi-bagi penduduk Roma berdasarkan tingkat ekonominya dan
wilayah geografisnya. Dia mendirikan Dewan Centuria dan dewan Suku. Dia membangun
kuil Diana dan
tembok yang mengelilingi tujuh bukit di Roma. Dia memerintah selama 44 tahun
kemudian dibunuh oleh putrinya (Tullia) dan menantunya (Tarquinius Superbus).
7.
Tarquinius
Superbus (memerintah tidak diketahui - 496 SM)
Tarquinius Superbus anak dari
Tarquinius Priscus dan menantu Servius Tullius. Tarquinius Superbus juga adalah
orang Etruska. Tidak seperti raja-raja sebelumnya, masa pemerintahan Tarquinius
Superbus diisi dengan kekejaman dan teror sehingga rakyat memberontak padanya.
C.
Pemilihan Raja.
Ketika seorang raja
mati, Romawi memasuki masa interregnum
(masa peralihan pemerintahan). Kekuasaan tertinggi negara akan berpindah
ke Senat, yang bertanggung jawab untuk mencari raja baru. Senat akan berkumpul
dan menunjuk salah satu anggotanya sendiri untuk bertugas selama lima hari
dengan tujuan mengusulkan raja berikutnya. Setelah lima hari, seorang interrex
akan menunjuk (dengan persetujuan Senat) Senator lain sebagai interrex. Proses
ini akan terus berlanjut sampai raja yang baru terpilih. Setelah interrex
menemukan calon yang cocok, ia akan mengusulkannya pada Senat dan Senat akan
meninjau calon tersebut. Jika Senat menyetujuinya, interrex akan memanggil
Majelis Curiate untuk mengadakan sidang.
Setelah
diusulkan kepada Majelis Curiate, rakyat Romawi dapat menerima atau menolaknya.
Jika diterima, raja terpilih tidak segera menjalankan tugas. Dia harus melalui
dua proses lagi sebelum mendapatkan kekuasaan penuh. Pertama, raja harus
menjalani upacara keagamaan yang dipimpin oleh seorang augur. Kedua,
pemberian kewenangan dari Majelis Curiate kepada raja terpilih.
D. Akhir
kerajaan
Raja ketujuh Romawi, Tarquinius Superbus, memerintah dengan kejam.
Dia menggunakan kekerasan, pembunuhan, dan teror untuk
mempertahankan kekuasaannya. Sang raja juga mencabut banyak konstitusi
yang telah ditetapkan oleh pendahulunya. Puncaknya adalah peristiwa pemerkosaan Lucretia yang kemudian menyebabkan
rakyat memberontak dan menggulingkan kekuasaan raja. Setelah itu, Romawi
menjadi sebuah republik.
BAB III
KAPAN DAN BAGAIMANA KEKAISARAN DIMULAI DAN DIAKHIRI
A. Kelahiran Kekaisaran Romawi (30 SM)
Kaisar Augustus, Kaisar pertama sekaligus
pendiri Kekaisaran Romawi.
Setelah Julius Caesar[6] tewas, ia digantikan oleh
kemenakannya yang bernama Octavianus.
Namun bukan hanya jabatan besar, masalah-masalah besar pun turut diwariskan
sang paman, selain mendapat banyak perlawanan dari saingan-saingannya,
Octavianus juga harus membongkar skandal pembunuhan caesar yang dilakukan oleh
sebuah sindikat persekongkolan yang dipimpin Gaius Cassius
dan Markus Yunius Brutus. Oleh
karenanya, ia sepakat untuk memimpin sebuah Triumvirat (sebuah dewan pemerintahan yang terdiri atas tiga
serangkai) bersama-sama Marcus
Lepidus (?-13 SM) dan Marcus
Antonius (83-30 SM).
Namun sekali lagi, pemerintahan
Triumvirat ini tidak cukup berhasil, sehingga menimbulkan banyak masalah
termasuk kisah percintaan Markus Antonius dengan ratu mesir Cleopatra
di kemudian hari. Cleopatra sendiri adalah pemimpin terakhir dari dinasti
terakhir mesir (ptolemy), seorang ratu yang pada masa sebelumnya juga pernah
memiliki skandal percintaan dengan Caesar. Kita tinggalkan dulu Cleopatra,
setelah para pembunuh Julius Caesar berhasil ditangkap dan dihancurkan,
Triumvirat sepakat untuk membagi kekuasaan secara geografis, dengan Octavianus di Eropa, Lepidus di Afrika dan Antonius di Mesir.
Di Mesir, Markus Antonius
mengawali pemerintahannya di kota kosmopolitan Alexandria,
disanalah ia bertemu Cleopatra (69-30 SM) yang kemudian ia nikahi (walau besar
kemungkinan keduanya pernah bertemu di saat Caesar masih hidup). Perlahan tapi
pasti, sahabat seperjuangan Julius Caesar ini mulai berpindah pihak. Ia
menetapkan ketiga anaknya sebagai penggantinya dan sering kali ia menghadiahi
istrinya dengan benda-benda yang mahal, bahkan timbul kabar angin bahwa ia akan
menghadiahkan kota Roma (yang dikuasai Octavianus) kepada Cleopatra, sebagai
hadiah.
Ketika kabar angin itu merebak dan
terdengar oleh Octavianus, ia menjadi berang dan mendeklarasikan perang melawan
Anthony. Kedua belah pihak berhadapan muka di Pertempuran Actium Pada tahun 31 SM. Pada pertempuran itu, pasukan
Anthony berhasil di desak dan di kalahkan (Anthony dan Cleopatra kemudian mengakhiri
hidup mereka dengan bunuh diri pada tahun 30 SM). Octavianus mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar romawi
dengan berbagai gelar baru, termasuk Imperator
dan Kaisar Augustus (Augustus
Caesar). Dengan pendeklarasian ini, maka Kekaisaran Romawi, puncak dari
dominasi politik yang dibangun selama 7 abad, resmi berdiri. Tepatnya tahun 27
SM.
Selama
masa pemerintahan, Oktavianus banyak prestasi yang bisa dicapai, yaitu sebagai
berikut:[7]
- Di bidang kemiliteran dia
berhasil mempersatukan para jenderal yang saling bersaing berebut pengaruh
kekuasaan.
- Dibidang pemerintahan dia
berhasil memperbaiki beberapa undang-undang dan peraturan-peraturan yang
berlaku.
- Merintis berdirinya Pax Romana yang berlangsung antara
tahun 2 SM-18 SM. Pax Romana adalah masa Roma yang dinamai tanpa
peperangan yang berarti.
Diocletianus
membagi Kekaisaran Roma menjadi dua, yaitu Romawi Barat dan Romawi Timur.
- Romawi Barat. Beribu kota di
Milan. Daerah-daerah provinsi dan keuskupan agung yang masuk wilayah
Romawi Barat adalah yang berasal dari Eropa Barat dan Selatan. Mereka pada
umumnya menggunakan bahasa Latin, sehingga peradabaannya lebih condong
kepada Romawi.
- Romawi Timur. Ibu kota Romawi
Timur baru dapat ditetapkan setelah masa pemerintahan Kaisar Constanti
antara tahun 300-331 M yaitu Byzantium yang kemudian diubah namanya
menjadi Konstantinovel.
“Romawi
Barat runtuh pada tahun 476 M. Romawi
Timur runtuh pada tahun 1453”
B.
Kekaisaran
Berakhir (Kaisar Theodosius I 395)
Pada tahun 392, Valentinian tewas di Vienne. Theodosius
I menggantikan dia, memerintah seluruh Kekaisaran Romawi. Theodosius
mempunyai dua putra (Arcadius
dan Honorius)
dan seorang putri bernama Pulcheria, dari istri pertamanya, Aelia Flacilla.
Putri dan istrinya pertamanya kemudian tewas pada tahun 385. Dari istri
keduanya, Galla, dia mendapatkan seorang putri, Galla Placidia, ibu dari
Valentinian III, seseorang yang kemudian menjadi Kaisar di Kekaisaran Romawi
Barat. Setelah kematiannya pada tahun 395, kekuasaannya dibagi kepada dua
anaknya Arcadius dan Honorius; Arcadius menjadi penguasa Kekaisaran Romawi
Timur, dengan ibukota Konstantinopel, dan Honorius menjadi penguasa di Barat,
dengan ibukota Milan. Pembagian ini dianggap sebagai akhir dari Kekaisaran Romawi yang Tunggal.
BAB IV
KAITANNYA DENGAN ISRAEL
A.
Roma
Dan Israel
Di
bawah pemerintahan Kaisar Pompey, Roma mencapai puncak kejayaannya, pada tahun
63 sM Roma telah menguasai 13 propinsi yang terbentang dari Spanyol sampai
Sisilia. Kaitan antara Roma dan Israel adalah campur tangan Pompey sendiri
dalam menyelesaikan perseturuan antara dua kakak beradik yang saling
memperbutkan jabatan imam agung. Pompey sendiri berpihak pada Hirkanus sang
kakak, dan mengutuk Aristobulus si adik. Pompey dapat turut campur dalam hal
ini karena sebenarnya kerajaan Yahudi berada di bawah pengaruh kekuatan Roma.
Aristobulus melakukan pemberontakan melawan keputusan Pompe, namun ia berhasil
ditaklukkan oleh Pompey dan mengangkat Hirkanus sebagai imam agung, tapi bukan
sebagai Raja.
Pompey juga dikenal sebagai orang
yang menghargai agama lain, hal ini terbukti ketika ia mengepung Aristobulus di
Bait Suci, Pompey tidak melakukan penjarahan setelah mengalahkan Aristobulus
dan memasuki Bait Suci. Kebijakan ini karena dua factor. Kekuatan Partia di
tepi sungai Efrat yang semakin kuat, sehingga pompey harus membangun sekutu,
selain itu keengganan Romawi untuk menambah daerah jajahan yang tidak terlalu
penting menurut mereka.
- Herodes
Pada
tahun 40 sM di Yudea muncul pemberontakan yang mengakibatkan Herodes harus lari
meninggalkan kota tersebut, sedangkan kakaknya mati bunuh diri. Namun pada
tahun 37 sM Herodes berhasil masuk kembali ke dalam Yerusalem dengan pengawalan
yang ketat dan kuat dari pasukan Roma. Tahun 31 sM Markus Antoni kalah dalam
pertikaian melawan Oktavianus. Sekali lagi kadaan keluarga Herodes terancam,
namun ternyata Herodes sangat lihai berdiplomasi. Ia malahan berkenalan dengan
mentri utama Oktavianus, Agripa. Persahabatan membawa dampak yang sangat
menguntungkan bagi Herodes. Terbukti ketika Agustus (nama baru Oktavianus),
melakukan kunjungan ke Syria, ia menerima banyak laporan dan keluhan mengenai
Herodes, namun semua keluhan itu tidak diindahkannya, sehingga para pelapor
tersebut melakukan aksi bunuh diri. Agustus malah semakin memperluas daerah
kekuasaan Herodes dan mengangkat saudara Herodes menjadi pemerintah di sebelah
timur sungai Yordan.
Sekalipun Herodes telah memperoleh kedudukan yang sangat tinggi, namun ia tidak pernah memiliki hubungan yang sangat baik dengan orang Yahudi. Ia adalah orang Idumea (pendatang), hal ini membuat ia tidak bisa menjadi raja dan imam besar sekaligus seperti sebelum-sebelumnya. Akan tetapi bagaimanapun juga kita tidak dapat menyangkali keberhasilan Herodes yang gilang gemilang dalam bidang material. Ia bahkan sangat memberikan perhatian yang besar kepada orang Yahudi perantaun dan bahkan berhasil membebaskan kaum Yahudi dari wajib militer. Ia juga berhasil melakukan pembangunan dua kota besar, yaitu Kaisaria dan sebaste. Bahkan ketika terjadi kelaparan yang hebat di Yudea, ia menjual emas-emas yang ada di dalam istananya dan membeli makanan di Mesir. Dari penggambaran ini sangat sulit melihat sosok Herodes yang kejam, yang digambarkan dalam Injil sebagai pembunuh berdarah dingin dan melakukan pembunuhan bayi-bayi Yahudi yang tidak berdosa. Herodes mengalami pergumulan yang sangat berat yang berasal dari lingkungan rumah tangganya sendiri. Ia memiliki sepuluh orang istri dan empat orang anak. Anak-anak mereka berebut kekuasaan dan harta warisan Herodes. Pertikaian ini semakin memuncak ketika ia menghukum mati tiga orang anaknya sebelum ia sendiri meninggal. Ia membagi kerajaannya kepada anak-anaknya dan keluarganya.
Sekalipun Herodes telah memperoleh kedudukan yang sangat tinggi, namun ia tidak pernah memiliki hubungan yang sangat baik dengan orang Yahudi. Ia adalah orang Idumea (pendatang), hal ini membuat ia tidak bisa menjadi raja dan imam besar sekaligus seperti sebelum-sebelumnya. Akan tetapi bagaimanapun juga kita tidak dapat menyangkali keberhasilan Herodes yang gilang gemilang dalam bidang material. Ia bahkan sangat memberikan perhatian yang besar kepada orang Yahudi perantaun dan bahkan berhasil membebaskan kaum Yahudi dari wajib militer. Ia juga berhasil melakukan pembangunan dua kota besar, yaitu Kaisaria dan sebaste. Bahkan ketika terjadi kelaparan yang hebat di Yudea, ia menjual emas-emas yang ada di dalam istananya dan membeli makanan di Mesir. Dari penggambaran ini sangat sulit melihat sosok Herodes yang kejam, yang digambarkan dalam Injil sebagai pembunuh berdarah dingin dan melakukan pembunuhan bayi-bayi Yahudi yang tidak berdosa. Herodes mengalami pergumulan yang sangat berat yang berasal dari lingkungan rumah tangganya sendiri. Ia memiliki sepuluh orang istri dan empat orang anak. Anak-anak mereka berebut kekuasaan dan harta warisan Herodes. Pertikaian ini semakin memuncak ketika ia menghukum mati tiga orang anaknya sebelum ia sendiri meninggal. Ia membagi kerajaannya kepada anak-anaknya dan keluarganya.
BAB V
PETA ROMAWI
A.
Peta
Kerajaan Roma

- Peta
Roma

- Peta
Kekaisaran Roma

- Peta
Romawi Kuno

- Peta
Bangsa Timur dan Bangsa Barat

BAB VI
PENUTUP
A.
Dunia
Romawi: Kebudayaan Yunani[8]
Setelah
Yudea jatuh ke tangan orang Romawi pada tahun 63 sM, hanya Mesirlah yang
tersisa dari kerajaan-kerajaan Helenistis. Mesir bertahan sebagai sebuah Negara
berdaulat sampai tahun 31 sM, ketika para jendral Romawi Octavianus (Agustinus)
dan Markus Antonius berperang dalam pertempuran Aktium. Angkatan perang Romawi
mendatangkan kesatuan militer dan pemerintahan kepada kerajaan Helenistis yang
telah retak. Roma menjadi pusat pemerintahan. Pelantikan Augustus sebagai
kaisar Romawi pada tahun 27 sM menandakan berakhirnya periode Helenistis dan
permulaan periode kekaisaran Romawi.
Yunani tidak lagi menjadi suatu
kekuatan politik; tetapi budaya dan jiwa Yunani telah merupakan dasar budaya
kekaisaran Romawi. Kesenian, sastra dan gaya pemerintahan Helenistis berkembang
dengan subur hamper sepanjang periode Romawi ini. Bahkan bahasa Yunani koine
tetap menjadi bahasa resmi dunia ussaha di Timur Dekat, dan Perjanjian Baru
ditulis dalam bahasa tersebut.
B.
Asal
Usul
Kebudayaan
Romawi Kuno adalah kebudayaan yang muncul di Romawi Kuno.
Kebudayaan ini berlangsung selama hampr 1200 tahun dalam sejarah peradaban Romawi
Kuno.
Romawi adalah peradaban dunia yang
letaknya di pusat kota Roma. Peradabannya dikembangkan oleh suku “Latia” yang
menetap dilembah sungai Tiber, mereka menamakan tempat tinggalnya dengan
sebutan “Latium”. Penduduk latium lama kelamaan disebut Bangsa “Latin”. Bangsa
latin menghasilkan perkembangan peradaban yang tinggi nilainya.
Menurut Legenda, Romawi didirikan
oleh dua bersaudara keturunan “Aenas” dari Yunani yaitu Remus dan Romulus.
Menurut berita-berita lama mereka mendirikan Romawi pada tahun 750. Remus dan
Romulus adalah anak Rhea Silva seorang pahlawan “Troya” keturunan “Aenas”. Pada
tahun 492 daerah Litium dikuasai oleh kerajaan Etrusia hingga tahun 500. Pada
tahun 500 bangsa Litium berhasil memerdekakan bangsanya lalu mendirikan Negara
yang berbentuk Republik. Kebudayaan Romawi mendapat unsur-unsur
pokok dari kebudayaan Etrusia dan Yunani, Hal ini berarti kebudayaan romawi
merupakan hasil perpaduan kebudayaan Etrusia dan Yunani tanpa ada unsure
kebudayaan dari Yunani Sendiri.
Orang-orang Romawi senang
menciptakan sesuatu secara besar-besaran karena mereka menyukai sesuatu yang
megah, mewah dan Monumental serta menarik perhatian hampir dari seluruh hasil
budayanya berukuran besar, Megah, penuh hiasan dan mengagumkan. Karya ciptaan
bangsa Romawi yang mengagumkan antara lain adalah bangunan saluran air,
jembatan, Gedung besar, pasar, bangunan untuk pentas seni/theater,dan juga
bangunan kuil untuk persemayaman dewa. Orang Romawi melanjutkan pengetahuan
bangsa Yunani dalam bidang pembangunan yaitu dengan membuat bangunan dengan
konstruksi lengkung agar bangunan terlihat luas.
Bangunan yang pertama kali
diciptakan adalah Bangunan atap kubah yang diciptakan kurang lebih 30 tahun SM
untuk bangunan Thermae di Baaie. Mereka juga membangun jalan raya, jalan raya
yang terkenal adalah jalan Via Apia. Rumah-rumah dewa romawi juga berukuran
besar-besar begitupun kuilnya, “Tempel Jupiter” contohnya yang dibangun pada
abad ke 6 SM. Orang-orang Romawi juga senang membuat patung dan hiasan-hiasan
pada rumah mereka. Mereka biasanya membuat patung-patung tokoh politik dan
cendekiawan negaranya. Bangsa Romawi juga senang membuat bangunan monumental,
oleh karenanya bangsa ini kaya akan bangunan monumental seperti kuil dan
bangunan-bangunan Monumen.
C.
Letak
Geografis
Sebagian besar penduduk bangsa
Romawi berprofesi sebagai Petani karena keadaan alamnya yang subur. Romawi
terletak di semenanjung Apenina (sekarang Italia)
Letak
Geografis Romawi :
Sebelah
utara : semenanjung Apenina
Sebelah
barat : Laut yang memisahkan italia
dengan perancis
Sebelah
Timur : Yugoslavia
DAFTAR PUSTAKA
Adams Simon, Atlas Dunia Zaman Kuno, Jakarta: Erlangga.
Browning W.R.F., Kamus Alkitab, Jakarta: Gunung MUlia,
2007.
Internet
Ismail Akashah, Sejarah, Penerbit Pelangi.
Packer J.I., dkk, Ensiklopedi Fakta Alkitab Bible Almanac-1, Malang:
Gandum Mas, 2001.
Sumardianta dkk, Sejarah untuk SMA/MA Kelas X, Penerbit Gramedia.
Zazuli Mohammat, 60 Tokoh Dunia Sepanjang Masa, Yogyakarta: Narasi, 2009.
_________, Ensiklopedi Alkitab Masa Kini: Jilid I, Jakarta: Yayasan Komunikasi
Bina Kasih/OMF.
[6]Yulius
Caesar (100-44 sM). Caesar adalah seorang tentara dan negarawan yang cemerlang.
Ia memperluas wilayah Roma ke Utara sampai ke sungai Rhein dan ke Barat sampai
ke Britania. Diantara tahun 49 dan 45 sM, ia menyingkirkan saingan-saingan
politiknya dan menjadi penguasa tunggal di Roma. Hasratnya akan kekuasaan
mengakibatkan ia dibunuh pada tahun 44
sM (J.I.Packer, dkk, Ensiklopedi Fakta
Alkitab Bible Almanac-1 (Malang: Gandum Mas, 2001), 332).

oke
BalasHapus