Rabu, 08 Mei 2013

Kerajaan Romawi


BAB I
PENAHULUAN
A.  Kekaisaran Romawi
              Kaisar adalah sebutan dari suatu cabang keluarga bangsawan Yulius, yang mendirikan kekuasaan atas republik Roma dalam kemenangan Agustus (31 sM) dan mempertahankannya hingga kematian Nero (68 sM). Salah satu dari asas kuasa Kaisar ialah bahwa Kaisar mempunyai kedudukan tetap berjangka lama sebagai pemegang komando propinsial, meliputi bagian terbesar pasukan tentara di perbatasan kerajaan Romawi.[1]
  Mulai dibangun dari sejumlah desa kecil disekitar sungai Tiber di Italia Tengah. Roma dipercaya dibangun pada 753 sM menjadi republik, lalu selama 500 tahun Romawi menaklukkan Italia. Politik yang tidak stabil mendorong terbentuknya kekaisaran dan perluasan kekuasaan. Kekaisaran terbesar dicapai pada 117 M dan tiga abad yang damai dan makmur pun terjadi. Karena terjadi perang saudara maka kekaisaran Romawi ini runtuh pada tahun 476 M.[2]  Augustus Caisar adalah pendiri kekaisaran Romawi (63-14 sM) cucu kemenakan dari Julius Caisar, lahir pada tahun 63 sM di Italia dengan nama asli Caisar Oktavianus.[3] (kaisar terhebat, karena masa pemerintahannya rakyat makmur).
  1. Nama-Nama Kaisar Romawi
Nama-nama kaisar yang memerintah pada era PB adalah[4]
  1. Agustus (27 sM-14 M)
  2. Tiberius (14-37 M)
  3. Gayus, oleh pasukannya diberi nama keluarga Kaligula (37-41 M)
  4. Klaudius (41-54 M)                            9. Titus (79-81 M)
  5. Nero (54-68 M)                                   10. Domitianus (81-96 M)
  6. Galba (68-69 M)                                 11. Trajanus (96-117 M)
  7. Otho; Vitelius (69 M)                         12. Adrianus (117-138 M)                             
  8. Vespasianus (69-79 M)


BAB II
DAFTAR NAMA RAJA-RAJA ROMAWI
A.      Awal Kerajaan
              Kerajaan Romawi bermula dari pemukiman di sekitar Bukit Palatine di sepanjang sungai Tiber di Italia Tengah. Wilayah itu subur dan bukit-bukitnya menyediakan perlindungan sehingga tempat itu mudah dipertahankan. Hal ini ikut berperan dalam kejayaan Roma kelak. Pada awalnya Romulus dan Remus berselisih mengenai tempat akan didirikannya kota. Ketika Romulus sedang membangun tembok kota, Remus mengejek dan mengganggu pekerjaannya. Puncaknya adalah ketika Remus melewati wilayah Romulus, Remus dibunuh oleh Romulus. Menurut sumber dari Livius, Plutarkhos, Dionysius dari Halicarnassus dan yang lainnya, kerajaan Romawi dipimpin oleh tujuh raja dalam masa 243 tahun.  Ketika bangsa Galia menyerang Roma setelah Pertempuran Allia pada 390 SM, (menurut Polybius pertempuran tersebut terjadi pada 387/386 SM) mereka menghancurkan semua catatan sejarah, sehingga tidak ada catatan sejarah dari masa kerajaan.

B.     Daftar Raja Yang Pernah Memerintah

1.        Romulus (753 sM)[5]
        Romulus adalah raja pertama sekaligus pendiri Roma. Romulus mendirikan Roma di atas bukit Palatine. Setelah mendirikan Roma, Romulus mengizinkan semua laki-laki, baik manusia bebas ataupun budak, untuk datang dan menjadi warga Roma.  Untuk menyediakan istri bagi warganya, Romulus menculik wanita-wanita kaum Sabin sehingga kerajaan Sabin memerangi Roma.  Setelah berperang dengan kaum Sabin, Romulus berbagi gelar dengan raja Sabin, Titus Tatius.  Pada masa pemerintahannya, Roma juga berperang dengan kerajaan Fidenate dan Veii.
              Romulus memilih 100 orang bangsawan untuk membentuk senat sebagai dewan penasihat bagi raja. Setelah penggabungan dengan Sabin, Romulus menambah lagi 100 sebagai senat. Romulus membagi rakyatnya menjadi tiga puluh curiae (golongan), dinamai berdasarkan tiga puluh wanita Sabin yang berperan dalam menghentikan perang antara Romulus dan Titus Tatius. Pewakilan tiap Curiae berkumpul membentuk Dewan Curiata. Setelah kematiannya pada usia 54 tahun, Romulus dipuja sebagai Quirinus, dewa perang.
2.        Numa Pompilius (753 - 673 SM; raja Roma 717 - 673 SM)
              Setelah kematian Romulus, terjadi  pada masa interregnum selama satu tahun dimana 10 orang anggota senat terpilih memerintah sebagai interrex. Senat kemudian memilih Numa Pompilius, seorang Sabin, untuk menjadi raja berikutnya. Dia dipilih karena reputasinya sebagai orang yang adil dan beriman. Meskipun awalnya Numa tidak mau menerima jabatan kerajaan, ayahnya meyakinkannya untuk menerima posisi itu sebagai cara untuk melayani para dewa.
              Masa pemerintahan Numa ditandai dengan perdamaian dan reformasi keagamaan. Numa membangun kuil Janus dan melakukan kesepakatan damai dengan kerajaan tetangga Roma. Numa kemudian menutup pintu kuil tersebut untuk menunjukkan keadaan damai.
3.        Tullus Hostilius (memerintah  673 SM - 641 SM)
              Tullus Hostilius adalah raja yang lebih suka berperang dibanding mengurusi masalah keagamaan. Pada masa pemerintahannya, Roma memusnahkan kerajaan Alba Longa dan mengambil seluruh penduduknya. Dia juga berperang dengan kerajaan Fidenae, Veii, dan Sabin. Dia membangun tempat baru untuk senat, Curia Hostilia, yang bertahan sampai 500 tahun setelah kematiannya.
4.        Ancus Marcius (memerintah  640 SM - 616 SM)
              Setelah kematian Tullus Hostilius yang misterius, senat Romawi memilih cucu Numa Pompilius, Ancus Marcius, sebagai raja. Seperti kakeknya, Ancus Marcius lebih suka perdamaian dan hanya berperang jika dia diserang. Dia melakukan kesepakatan damai dengan kerajaan tetangga Roma dan membuat mereka bersekutu dengan Roma. Dia banyak membangun infrastruktur, seperti penjara pertama Roma, pelabuhan, dan pabrik garam. Dia juga membangun jembatan pertama yang melalui sungai Tiber. Setelah memimpin selama 25 tahun, Dia meninggal secara alami seperti kakeknya, menandai berakhirnya pemerintahan raja Latin-Sabin di Roma.
5.        Tarquinius Priscus (memerintah  616 SM - 579 SM)
              Tarquinius Priscus merupakan keturunan Etruska. Setelah pindah ke Roma, dia diadopsi oleh Ancus Marcius. Dalam masa pemerintahannya, dia memenangkan banyak peperangan melawan kerajaan lain dan membuat Roma memperoleh banyak harta rampasan perang. Dia menambahkan 100 anggota dari suku Etruska ke dalam senat. Dia juga menambah jumlah tentara menjadi 6.000 infantri dan 600 kavaleri. Dia membangun kuil Jupiter, Circus Maximus (arena balap kereta kuda), mendirikan Forum Romawi, mengadakan kompetisi olahraga Romawi, dan memperkenalkan lambang militer Romawi.  Setelah menjadi raja selama 25 tahun, dia dibunuh oleh anak kandung Ancus Marcius.
6.        Servius Tullius ( memerintah  578 SM - 535 SM)
              Tarquinius Priscus digantikan oleh menantunya, Servius Tullius. Servius adalah raja Roma kedua yang merupakan keturunan Etruska. Servius mengadakan sensus penduduk pertama dan membagi-bagi penduduk Roma berdasarkan tingkat ekonominya dan wilayah geografisnya. Dia mendirikan Dewan Centuria dan dewan Suku. Dia membangun kuil Diana dan tembok yang mengelilingi tujuh bukit di Roma. Dia memerintah selama 44 tahun kemudian dibunuh oleh putrinya (Tullia) dan menantunya (Tarquinius Superbus).
7.        Tarquinius Superbus (memerintah tidak diketahui - 496 SM)
              Tarquinius Superbus anak dari Tarquinius Priscus dan menantu Servius Tullius. Tarquinius Superbus juga adalah orang Etruska. Tidak seperti raja-raja sebelumnya, masa pemerintahan Tarquinius Superbus diisi dengan kekejaman dan teror sehingga rakyat memberontak padanya.

C.      Pemilihan Raja.

              Ketika seorang raja mati, Romawi memasuki masa interregnum (masa peralihan pemerintahan). Kekuasaan tertinggi negara akan berpindah ke Senat, yang bertanggung jawab untuk mencari raja baru. Senat akan berkumpul dan menunjuk salah satu anggotanya sendiri untuk bertugas selama lima hari dengan tujuan mengusulkan raja berikutnya. Setelah lima hari, seorang interrex akan menunjuk (dengan persetujuan Senat) Senator lain sebagai interrex. Proses ini akan terus berlanjut sampai raja yang baru terpilih. Setelah interrex menemukan calon yang cocok, ia akan mengusulkannya pada Senat dan Senat akan meninjau calon tersebut. Jika Senat menyetujuinya, interrex akan memanggil Majelis Curiate untuk mengadakan sidang.
              Setelah diusulkan kepada Majelis Curiate, rakyat Romawi dapat menerima atau menolaknya. Jika diterima, raja terpilih tidak segera menjalankan tugas. Dia harus melalui dua proses lagi sebelum mendapatkan kekuasaan penuh. Pertama, raja harus menjalani upacara keagamaan yang dipimpin oleh seorang augur. Kedua, pemberian kewenangan dari Majelis Curiate kepada raja terpilih.

D.    Akhir kerajaan

              Raja ketujuh Romawi, Tarquinius Superbus, memerintah dengan kejam. Dia menggunakan kekerasan, pembunuhan, dan teror untuk mempertahankan kekuasaannya. Sang raja juga mencabut banyak konstitusi yang telah ditetapkan oleh pendahulunya. Puncaknya adalah peristiwa pemerkosaan Lucretia yang kemudian menyebabkan rakyat memberontak dan menggulingkan kekuasaan raja. Setelah itu, Romawi menjadi sebuah republik.

             



BAB III
KAPAN DAN BAGAIMANA KEKAISARAN DIMULAI DAN DIAKHIRI
A.      Kelahiran Kekaisaran Romawi (30 SM)
Kaisar Augustus, Kaisar pertama sekaligus
pendiri Kekaisaran Romawi.
              Setelah Julius Caesar[6] tewas, ia digantikan oleh kemenakannya yang bernama Octavianus. Namun bukan hanya jabatan besar, masalah-masalah besar pun turut diwariskan sang paman, selain mendapat banyak perlawanan dari saingan-saingannya, Octavianus juga harus membongkar skandal pembunuhan caesar yang dilakukan oleh sebuah sindikat persekongkolan yang dipimpin Gaius Cassius dan Markus Yunius Brutus. Oleh karenanya, ia sepakat untuk memimpin sebuah Triumvirat (sebuah dewan pemerintahan yang terdiri atas tiga serangkai) bersama-sama Marcus Lepidus (?-13 SM) dan Marcus Antonius (83-30 SM).
              Namun sekali lagi, pemerintahan Triumvirat ini tidak cukup berhasil, sehingga menimbulkan banyak masalah termasuk kisah percintaan Markus Antonius dengan ratu mesir Cleopatra di kemudian hari. Cleopatra sendiri adalah pemimpin terakhir dari dinasti terakhir mesir (ptolemy), seorang ratu yang pada masa sebelumnya juga pernah memiliki skandal percintaan dengan Caesar. Kita tinggalkan dulu Cleopatra, setelah para pembunuh Julius Caesar berhasil ditangkap dan dihancurkan, Triumvirat sepakat untuk membagi kekuasaan secara geografis, dengan Octavianus di Eropa, Lepidus di Afrika dan Antonius di Mesir.
              Di Mesir, Markus Antonius mengawali pemerintahannya di kota kosmopolitan Alexandria, disanalah ia bertemu Cleopatra (69-30 SM) yang kemudian ia nikahi (walau besar kemungkinan keduanya pernah bertemu di saat Caesar masih hidup). Perlahan tapi pasti, sahabat seperjuangan Julius Caesar ini mulai berpindah pihak. Ia menetapkan ketiga anaknya sebagai penggantinya dan sering kali ia menghadiahi istrinya dengan benda-benda yang mahal, bahkan timbul kabar angin bahwa ia akan menghadiahkan kota Roma (yang dikuasai Octavianus) kepada Cleopatra, sebagai hadiah.
              Ketika kabar angin itu merebak dan terdengar oleh Octavianus, ia menjadi berang dan mendeklarasikan perang melawan Anthony. Kedua belah pihak berhadapan muka di Pertempuran Actium Pada tahun 31 SM. Pada pertempuran itu, pasukan Anthony berhasil di desak dan di kalahkan (Anthony dan Cleopatra kemudian mengakhiri hidup mereka dengan bunuh diri pada tahun 30 SM). Octavianus mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar romawi dengan berbagai gelar baru, termasuk Imperator dan Kaisar Augustus (Augustus Caesar). Dengan pendeklarasian ini, maka Kekaisaran Romawi, puncak dari dominasi politik yang dibangun selama 7 abad, resmi berdiri. Tepatnya tahun 27 SM.
              Selama masa pemerintahan, Oktavianus banyak prestasi yang bisa dicapai, yaitu sebagai berikut:[7]
  1. Di bidang kemiliteran dia berhasil mempersatukan para jenderal yang saling bersaing berebut pengaruh kekuasaan.
  2. Dibidang pemerintahan dia berhasil memperbaiki beberapa undang-undang dan peraturan-peraturan yang berlaku.
  3. Merintis berdirinya Pax Romana yang berlangsung antara tahun 2 SM-18 SM. Pax Romana adalah masa Roma yang dinamai tanpa peperangan yang berarti.




              Diocletianus membagi Kekaisaran Roma menjadi dua, yaitu Romawi Barat dan Romawi Timur.
  1. Romawi Barat. Beribu kota di Milan. Daerah-daerah provinsi dan keuskupan agung yang masuk wilayah Romawi Barat adalah yang berasal dari Eropa Barat dan Selatan. Mereka pada umumnya menggunakan bahasa Latin, sehingga peradabaannya lebih condong kepada Romawi.
  2. Romawi Timur. Ibu kota Romawi Timur baru dapat ditetapkan setelah masa pemerintahan Kaisar Constanti antara tahun 300-331 M yaitu Byzantium yang kemudian diubah namanya menjadi Konstantinovel.
“Romawi Barat runtuh  pada tahun 476 M. Romawi Timur runtuh pada tahun 1453”

B.       Kekaisaran Berakhir  (Kaisar Theodosius I 395)

              Pada tahun 392, Valentinian tewas di Vienne. Theodosius I menggantikan dia, memerintah seluruh Kekaisaran Romawi. Theodosius mempunyai dua putra (Arcadius dan Honorius) dan seorang putri bernama Pulcheria, dari istri pertamanya, Aelia Flacilla. Putri dan istrinya pertamanya kemudian tewas pada tahun 385. Dari istri keduanya, Galla, dia mendapatkan seorang putri, Galla Placidia, ibu dari Valentinian III, seseorang yang kemudian menjadi Kaisar di Kekaisaran Romawi Barat. Setelah kematiannya pada tahun 395, kekuasaannya dibagi kepada dua anaknya Arcadius dan Honorius; Arcadius menjadi penguasa Kekaisaran Romawi Timur, dengan ibukota Konstantinopel, dan Honorius menjadi penguasa di Barat, dengan ibukota Milan. Pembagian ini dianggap sebagai akhir dari Kekaisaran Romawi yang Tunggal.




BAB IV
KAITANNYA DENGAN ISRAEL
A.      Roma Dan Israel
              Di bawah pemerintahan Kaisar Pompey, Roma mencapai puncak kejayaannya, pada tahun 63 sM Roma telah menguasai 13 propinsi yang terbentang dari Spanyol sampai Sisilia. Kaitan antara Roma dan Israel adalah campur tangan Pompey sendiri dalam menyelesaikan perseturuan antara dua kakak beradik yang saling memperbutkan jabatan imam agung. Pompey sendiri berpihak pada Hirkanus sang kakak, dan mengutuk Aristobulus si adik. Pompey dapat turut campur dalam hal ini karena sebenarnya kerajaan Yahudi berada di bawah pengaruh kekuatan Roma. Aristobulus melakukan pemberontakan melawan keputusan Pompe, namun ia berhasil ditaklukkan oleh Pompey dan mengangkat Hirkanus sebagai imam agung, tapi bukan sebagai Raja. 
              Pompey juga dikenal sebagai orang yang menghargai agama lain, hal ini terbukti ketika ia mengepung Aristobulus di Bait Suci, Pompey tidak melakukan penjarahan setelah mengalahkan Aristobulus dan memasuki Bait Suci. Kebijakan ini karena dua factor. Kekuatan Partia di tepi sungai Efrat yang semakin kuat, sehingga pompey harus membangun sekutu, selain itu keengganan Romawi untuk menambah daerah jajahan yang tidak terlalu penting menurut mereka. 
  1. Herodes
              Pada tahun 40 sM di Yudea muncul pemberontakan yang mengakibatkan Herodes harus lari meninggalkan kota tersebut, sedangkan kakaknya mati bunuh diri. Namun pada tahun 37 sM Herodes berhasil masuk kembali ke dalam Yerusalem dengan pengawalan yang ketat dan kuat dari pasukan Roma. Tahun 31 sM Markus Antoni kalah dalam pertikaian melawan Oktavianus. Sekali lagi kadaan keluarga Herodes terancam, namun ternyata Herodes sangat lihai berdiplomasi. Ia malahan berkenalan dengan mentri utama Oktavianus, Agripa. Persahabatan membawa dampak yang sangat menguntungkan bagi Herodes. Terbukti ketika Agustus (nama baru Oktavianus), melakukan kunjungan ke Syria, ia menerima banyak laporan dan keluhan mengenai Herodes, namun semua keluhan itu tidak diindahkannya, sehingga para pelapor tersebut melakukan aksi bunuh diri. Agustus malah semakin memperluas daerah kekuasaan Herodes dan mengangkat saudara Herodes menjadi pemerintah di sebelah timur sungai Yordan.
Sekalipun Herodes telah memperoleh kedudukan yang sangat tinggi, namun ia tidak pernah memiliki hubungan yang sangat baik dengan orang Yahudi. Ia adalah orang Idumea (pendatang), hal ini membuat ia tidak bisa menjadi raja dan imam besar sekaligus seperti sebelum-sebelumnya. Akan tetapi bagaimanapun juga kita tidak dapat menyangkali keberhasilan Herodes yang gilang gemilang dalam bidang material. Ia bahkan sangat memberikan perhatian yang besar kepada orang Yahudi perantaun dan bahkan berhasil membebaskan kaum Yahudi dari wajib militer. Ia juga berhasil melakukan pembangunan dua kota besar, yaitu Kaisaria dan sebaste. Bahkan ketika terjadi kelaparan yang hebat di Yudea, ia menjual emas-emas yang ada di dalam istananya dan membeli makanan di Mesir. Dari penggambaran ini sangat sulit melihat sosok Herodes yang kejam, yang digambarkan dalam Injil sebagai pembunuh berdarah dingin dan melakukan pembunuhan bayi-bayi Yahudi yang tidak berdosa. Herodes mengalami pergumulan yang sangat berat yang berasal dari lingkungan rumah tangganya sendiri. Ia memiliki sepuluh orang istri dan empat orang anak. Anak-anak mereka berebut kekuasaan dan harta warisan Herodes. Pertikaian ini semakin memuncak ketika ia menghukum mati tiga orang anaknya sebelum ia sendiri meninggal. Ia membagi kerajaannya kepada anak-anaknya dan keluarganya. 
















BAB V
PETA ROMAWI
A.      Peta Kerajaan Roma
  1. Peta Roma



  1. Peta Kekaisaran Roma
  1. Peta Romawi Kuno



  1. Peta Bangsa Timur dan Bangsa Barat



BAB VI
PENUTUP
A.      Dunia Romawi: Kebudayaan Yunani[8]
              Setelah Yudea jatuh ke tangan orang Romawi pada tahun 63 sM, hanya Mesirlah yang tersisa dari kerajaan-kerajaan Helenistis. Mesir bertahan sebagai sebuah Negara berdaulat sampai tahun 31 sM, ketika para jendral Romawi Octavianus (Agustinus) dan Markus Antonius berperang dalam pertempuran Aktium. Angkatan perang Romawi mendatangkan kesatuan militer dan pemerintahan kepada kerajaan Helenistis yang telah retak. Roma menjadi pusat pemerintahan. Pelantikan Augustus sebagai kaisar Romawi pada tahun 27 sM menandakan berakhirnya periode Helenistis dan permulaan periode kekaisaran Romawi.
              Yunani tidak lagi menjadi suatu kekuatan politik; tetapi budaya dan jiwa Yunani telah merupakan dasar budaya kekaisaran Romawi. Kesenian, sastra dan gaya pemerintahan Helenistis berkembang dengan subur hamper sepanjang periode Romawi ini. Bahkan bahasa Yunani koine tetap menjadi bahasa resmi dunia ussaha di Timur Dekat, dan Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa tersebut.
B.       Asal Usul
              Kebudayaan Romawi Kuno adalah kebudayaan yang muncul di Romawi Kuno. Kebudayaan ini berlangsung selama hampr 1200 tahun dalam sejarah peradaban Romawi Kuno.
            Romawi adalah peradaban dunia yang letaknya di pusat kota Roma. Peradabannya dikembangkan oleh suku “Latia” yang menetap dilembah sungai Tiber, mereka menamakan tempat tinggalnya dengan sebutan “Latium”. Penduduk latium lama kelamaan disebut Bangsa “Latin”. Bangsa latin menghasilkan perkembangan peradaban yang tinggi nilainya.
            Menurut Legenda, Romawi didirikan oleh dua bersaudara keturunan “Aenas” dari Yunani yaitu Remus dan Romulus. Menurut berita-berita lama mereka mendirikan Romawi pada tahun 750. Remus dan Romulus adalah anak Rhea Silva seorang pahlawan “Troya” keturunan “Aenas”. Pada tahun 492 daerah Litium dikuasai oleh kerajaan Etrusia hingga tahun 500. Pada tahun 500 bangsa Litium berhasil memerdekakan bangsanya lalu mendirikan Negara yang berbentuk Republik.  Kebudayaan Romawi mendapat unsur-unsur pokok dari kebudayaan Etrusia dan Yunani, Hal ini berarti kebudayaan romawi merupakan hasil perpaduan kebudayaan Etrusia dan Yunani tanpa ada unsure kebudayaan dari Yunani Sendiri.
            Orang-orang Romawi senang menciptakan sesuatu secara besar-besaran karena mereka menyukai sesuatu yang megah, mewah dan Monumental serta menarik perhatian hampir dari seluruh hasil budayanya berukuran besar, Megah, penuh hiasan dan mengagumkan. Karya ciptaan bangsa Romawi yang mengagumkan antara lain adalah bangunan saluran air, jembatan, Gedung besar, pasar, bangunan untuk pentas seni/theater,dan juga bangunan kuil untuk persemayaman dewa. Orang Romawi melanjutkan pengetahuan bangsa Yunani dalam bidang pembangunan yaitu dengan membuat bangunan dengan konstruksi lengkung agar bangunan terlihat luas.
            Bangunan yang pertama kali diciptakan adalah Bangunan atap kubah yang diciptakan kurang lebih 30 tahun SM untuk bangunan Thermae di Baaie. Mereka juga membangun jalan raya, jalan raya yang terkenal adalah jalan Via Apia. Rumah-rumah dewa romawi juga berukuran besar-besar begitupun kuilnya, “Tempel Jupiter” contohnya yang dibangun pada abad ke 6 SM. Orang-orang Romawi juga senang membuat patung dan hiasan-hiasan pada rumah mereka. Mereka biasanya membuat patung-patung tokoh politik dan cendekiawan negaranya. Bangsa Romawi juga senang membuat bangunan monumental, oleh karenanya bangsa ini kaya akan bangunan monumental seperti kuil dan bangunan-bangunan Monumen.
C.      Letak Geografis
            Sebagian besar penduduk bangsa Romawi berprofesi sebagai Petani karena keadaan alamnya yang subur. Romawi terletak di semenanjung Apenina (sekarang Italia)
Letak Geografis Romawi  :
Sebelah utara   : semenanjung Apenina
Sebelah barat   : Laut yang memisahkan italia dengan perancis
Sebelah Timur : Yugoslavia






DAFTAR PUSTAKA

Adams Simon, Atlas Dunia Zaman Kuno, Jakarta: Erlangga.
Browning W.R.F., Kamus Alkitab, Jakarta: Gunung MUlia, 2007.
Internet
Ismail Akashah, Sejarah, Penerbit Pelangi.
Packer J.I., dkk, Ensiklopedi Fakta Alkitab Bible Almanac-1, Malang: Gandum Mas, 2001.
Sumardianta dkk, Sejarah untuk SMA/MA Kelas X, Penerbit Gramedia.
Zazuli Mohammat, 60 Tokoh Dunia Sepanjang Masa, Yogyakarta: Narasi, 2009.
_________, Ensiklopedi Alkitab Masa Kini: Jilid I, Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF.





                   [1] _________, Ensiklopedi Alkitab Masa Kini: Jilid 1 (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, tth), 492.
   [2]Simon Adams, Atlas Dunia Zaman Kuno (Jakarta: Erlangga, tt), 30.
                   [3]Mohammat Zazuli, 60 Tokoh Dunia Sepanjang Masa (Yogyakarta: Narasi, 2009),36.
                   [4] W.R.F. Browning, Kamus Alkitab (Jakarta: Gunung MUlia, 2007), 168.
                   [5]Akashah Ismail, Sejarah (tk: Pelangi, tt), 36.
                   [6]Yulius Caesar (100-44 sM). Caesar adalah seorang tentara dan negarawan yang cemerlang. Ia memperluas wilayah Roma ke Utara sampai ke sungai Rhein dan ke Barat sampai ke Britania. Diantara tahun 49 dan 45 sM, ia menyingkirkan saingan-saingan politiknya dan menjadi penguasa tunggal di Roma. Hasratnya akan kekuasaan mengakibatkan ia dibunuh  pada tahun 44 sM (J.I.Packer, dkk, Ensiklopedi Fakta Alkitab Bible Almanac-1 (Malang: Gandum Mas, 2001), 332).
                   [7]Sumardianta dkk, Sejarah untuk SMA/MA Kelas X (tk: Gramedia, tt),129-131.


                   [8] J.I. Pacher, dkk, Ensiklopedi Fakta Alkitab, Bible Almanac 1, 321-322.  

1 komentar: